Tampilkan postingan dengan label branding. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label branding. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Maret 2015

Bagaimana cara mengenali target konsumen/audiens ideal kita?

credit by Lefashionimage

Alhamdulillah, semester ini aku berhasil jadi morning person, yeey. kebetulan jadwal kuliah semuanya pagi, dan lagi dosen pembimbing aku kalo bikin janji untuk bimbingan mintanya jam setengah 7 an pagi, hhehhe. nyubuh lah berangkat dari kosan, bahkan bapaknya selalu udah dateng sebelum aku. Makannya bakal malu kalo aku yang telat nih :P

Ok, tulisan ini sebenernya lanjutan dari postingan ‘8 Checklist yang Harus Dipenuhi dalam Membangun Brand’. Aku mau breakdown dari beberapa poin di sana, biar bisa lebih dalem pembahasan tentang branding nya. Buat yang baru pertamakali baca blog ini, please baca dulu ya beberapa postingan sebelumnya biar kita tetep nyambung. Untuk entrepreneur dan blogger mengetahui profil dari siapa yang akan menjadi target konsumen/audiens yang potensial menjadi penting. Kenapa? 

Untuk blogger alasannya adalah agar kita mengetahui siapa yang kita ajak bicara, mencoba mencari tahu apa yang menjadi kebutuhannya, apa yang menjadi topik favoritnya dan apa yang dapat menarik perhatian pembaca agar terjadi proses komunikasi dua arah. Kita ngga bisa memuaskan semua segmen, hanya segmen yang sesuai dengan niche kita yang jika puas atau senang membaca konten kita pada akhirnya akan menjadi loyal reader. Nah kalo menurut aku loyal reader ibaratnya sama kayak loyal customer, mereka akan menciptakan word of mouth, yang secara ngga langsung nantinya akan mendukung personal branding dari blog kita sendiri. 

Untuk entrepreneur alasan klise nya adalah agar proses marketing menjadi efektif dan tepat sasaran. Supaya kita ngga buang-buang waktu, produk/jasa kita berhasi terjual dan mendapatkan profit. Nah, produk yang sama namun konsep brand yang berbeda, bisa berbeda juga yang menjadi target konsumennya. Misalkan menjual baju, produksi jenis dress untuk party, casual untuk sehari-hari, dan baju muslim akan berbeda target konsumennya. Kita harus tahu produk/jasa kita memenuhi needs and wants nya siapa. Supaya channel of marketing yang di pilih dapat menjangkau calon pelanggan kita. 

The case study

1. Etu by Restu Anggraeni
Koleksi Spring/ Summer 2015 ETU bercerita tentang seorang wanita muda yang memiliki kehidupan karir dan social life yang sukses. Ia menikmati hidupnya dengan penuh semangat dan penuh percaya diri, tanpa mempedulikan hal-hal negative di sekelilingnya. Mengusung tema “Metropolished”, target market dan positioning ETU adalah sebagai brand exclusive kami yang fokus pada modest work wear untuk wanita karir atau professional work wear. ETU spring/ summer 2015 menggunakan warna muted dan monokromatik yang didominasi oleh warna putih dan abu-abu. Tampilan tersebut memberikan kesan pakaian yang simple dan praktis. (dikutip dari web nya hijup.com)
Dari gambaran di atas udah pasti aku bukan jadi target market nya ETU, hehhehe. Karena aku masih mahasiswa dan untuk saat ini aku belum memiliki kebutuhan work wear yang segitunya. Profil target konsumennya etu adalah Diana (ceritanya aku sebut pake nama) wanita karir dan sangat antusias dengan pekerjaannya. Masih muda dan memiliki social life yang sukses. Diana hidup di daerah metropolitan dengan pendapatan per bulan di atas 5 juta per bulannya. Muslimah yang memiliki ketertarikan akan fashion. Diana menyukai hal-hal yang simple dan ngga suka hal-hal yang complicated. Majalah yang biasa dibaca adalah marie Claire dan women’s health. Social networks yang sering digunakannya adalah email, linkedin, instagram, dan twitter. (*ini Cuma contoh yah)



2. Pecel lele lela by Rangga Umara

Sekarang hampir masyarakat tau dong apa itu pecel lele lela. I’m one of their fan karena menurut aku mereka berhasil membuat brand untuk lele olahan nya. Seperti yang biasa kita lihat, udah banyak warung pecel lele, tapi lela punya konsep yang berbeda dengan memberi value added pada usaha Pecel Lele nya. (Yang bisa kita sebut differensiasi). Dan sekarang jangan ditanya lagi, lela udah punya banyak cabang di berbagai daerah di Indonesia.

Siapa target konsumennya lela?
Target konsumennya lela adalah iena, keluarga pak Budi dan mas Adi. Iena adalah mahasiswa yang tinggal merantau (anak kosan) yang kadang suka males masak. Punya kebiasaan nongkrong dan hunting makanan bersama teman-temannya. Keluarga pak budi adalah keluarga menengah yang memiliki kebiasaan makan malam dengan keluarganya di rumah makan setiap malam minggu, sedangkan mas Adi adalah pekerja kantoran yang tidak sempat untuk menyiapkan makanan karena sibuk dengan urusan kantor.

3. Net TV by Agus Lasmono dan Wishnutama Kusubandio
NET. Televisi Masa Kini merupakan salah satu alternatif tontonan hiburan layar kaca. NET. hadir dengan format dan konten program yang berbeda dengan stasiun TV lain. Sesuai perkembangan teknologi informasi, NET. didirikan dengan semangat bahwa konten hiburan dan informasi di masa mendatang akan semakin terhubung, lebih memasyarakat, lebih mendalam, lebih pribadi, dan lebih mudah diakses.  Karena itulah, sejak awal, NET. muncul dengan konsep multiplatform, sehingga pemirsanya bisa mengakses tayangan NET. secara tidak terbatas, kapan pun, dan di mana pun.Secara konten, tayangan NET. berbeda dengan tayangan televisi yang sudah ada. Sesuai semangatnya, tayangan berita NET. wajib menghibur, dan sebaliknya, tayangan hiburan NET. harus mengandung fakta, bukan rumor atau gosip. Secara tampilan, NET. muncul dengan gambar yang lebih tajam dan warna yang lebih cerah. NET. telah menggunakan sistem full high definition (Full-HD) dari hulu hingga ke hilir.

Siapa yang menjadi target audience nya net tv?
Orang-orang yang memiliki pemikiran positive (good people) dan selalu bersemangat. Citizen Journalism yang biasa menggunakan social media dan menggunakan nya sebagai sarana penyebaran informasi dan lain-lain.

Lalu bagaimana dengan Blogger?
Hal yang sama juga berlaku untuk blogger. Apa isu yang paling sering di bahas? Fashion? Travel? Beauty? DIY?. Untuk fashion, jenis style yang seperti apa? Muslimah? Streetwear? Hipster? Udah pasti dong yah kalo yang dibahas adalah women stuff berarti yang bakalan mau baca kebanyakan perempuan. Get along dengan para blogger perempuan lainnya. Wanita yang punya hobi dan ketertarikan seperti apa yang akan suka dengan topik-topik yang dibahas? 
Oke, next aku ada list pertanyaan untuk membantu mengidentifikasi lebih detail profil siapa yang menjadi target konsumen dan audience kita. Aku dapet ini dari blognya regina, and i think she is genius! Banyak tips tentang blogging dan bisnis di sana, sangat worth untuk dibaca :)

The Survey

Basic Demographics

Gender:
Age:
Location:
Ethnicity:
Education level:
Income level:
Industry/job:

Preferences and Habits

Interests:
Hobbies:
Passions:
Personality:
Types of blogs she is likely to read:
Which magazines does she read?
What would make her trust a new source/blog/brand?
Which social issues are likely to affect her?
Does her job satisfy her? Y/N
What is her primary need/concern in life?
What’s her general disposition? How does she view the world?
Favorite book:
Favorite TV show:
Favorite movie genre:
Favorite type of restaurant/food:
If she had a completely free day, what would she spend it doing?
Does she enjoy traveling? Where is she most likely to go in the next year?
What type of computer does she use? What type of device will she likely first access your brand on?

Social Habits (Does she use these networks? If so, how often?)

Pinterest:
Twitter:
Google+:
Facebook:
LinkedIn:
Instagram:
YouTube:
Other social networks:
Email:
On which network(s) or email platform is she most likely to share information or recommendations with her friends?
Does she have a smartphone? Y/N
How often does she “go out” in her city?

Money Habits

What’s her biggest expense each month?
Second biggest?
What does she enjoy spending money on that she can afford?
What is she likely to splurge on?
From which stores would she like to receive a gift card?
If she buys your product, reads your blog, or enlists your services, how will she feel about your content?

Good to Know

List the top three reasons she might “follow you” or read your content regularly:
What would make her share your blog with others?
List five questions she is most likely to have about you or your blog:

Siapa yang menjadi target audiens nya 'Saturday Love Sunday Blog'? 

kamu! :)

well aku juga mencoba menjawab beberapa pertanyaan di atas, sampe akhirnya aku bisa membuat beberapa deskripsi seperti apa sih karakteristik audiens nya SLS?

1.  A go-getter woman entrepreneur, driven, creative/talented – always wanting to learn/grow, is authentic, not afraid to ask, willing to pay for value/end result (could be time, could be money), loyal relationship – ally working together
2.  Likes simplicity – not a lot of drama, chaos, noise, fakeness. ‘Less is more’.
3.  Authentic/Real – shows warts and all, doesn’t put on a front.
4.  Modern, sophisticated, yet comfortable.
5.   Loves marketing, branding, design, creative business, telling the story (they may not know how to do it, but appreciate and/or understand the process).
6.   Luxury without the high price
7.   Likes an Editorial style
8.   Feminine. Ambitious. Determined. With Energy

P.S: Buat kamu yang memutuskan untuk menjadi serious blogger, aku sangat merekomendasikan web nya regina. Banyak banget tulisan yang oke banget untuk nambah2 insight. 

Oh ya, aku mau ngucapin makasi, makasi banyak buat kamu yang setia membaca postingan nya SLS. alhamdulillah aku bersyukur ternyata banyak respon positif untuk tulisan2 dengan tema branding ini :))

ternyata begini yah rasanya ngeblog di tengah tuntutan kewajiban lain, aku sangat berusaha membuat konten yang tetep berkualitas meskipun kadang stamina dan semangat yang naik turun. bismillah semoga minggu ini udah bisa nyebar kuesioner dan mengerjakan kerjaan yang sudah menanti, amiiin :))

Kamis, 29 Januari 2015

Infographic: 8 checklist yang harus dipenuhi dalam membangun brand


Akhir-akhir ini Alhamdulillah aku sangat beryukur dapet temen blogging baru yang ternyata ngga sedikit dari mereka adalah womenpreneur, hihihi. Aku kagum dengan mereka, karena mereka sekarang sedang menjalankan bisnis yang merupakan bagian dari banyaknya brand lokal yang ada di Indonesia. Jadi semakin semangat dong eyke buat nulis, hhehhehe. nah kebetulan kemaren aku nemuin infographic yang ngebahas step-by-step tentang branding, dan menurut aku infographic ini lengkap banget. Kayaknya postingan aku yang kemaren lebih ke teknis gimana cara brainstormingnya aja, versi lengkapnya ada di postingan ini :P 

Infographic ini aku dapet dari 99designs, buat yang belum familiar sama infographic aku mau jelasin sedikit sesuatu apa itu. Jadi infographic adalah cara baru dalam penyampaian informasi secara visual. Bentuk nya banyak gambar, hasil survey, riset dan beberapa informasi penting yang tidak lagi dijelaskan hanya dengan teks, tapi disulap jadi presentasi gambar yang sangat menarik seperti di bawah ini. Infographic biasanya dibuat panjang ke bawah dan biasanya menjelaskan topik-topik tertentu dalam satu frame. Menurut aku jaman sekarang salah satu cara untuk jadi lebih smart dan update (di jadwal kita yang padet) adalah dengan membaca infographic. Karena selain mudah dimengerti infographic juga biasanya berisi informasi yang cukup penting. yuk kita liat ada apa aja di sini:

checklist branding isi

Tambahan dari aku:

kalau bisa deskripsi brand, visi dan misi itu tidak hanya ada di dalam kepala, lebih baik dituliskan dalam kata-kata. Mengapa visi dan misi menjadi penting? Mereka menjadi penting agar kita bisa fokus dalam mencapai goals dan target yang ingin kita capai.


Menentukan siapa yang menjadi target konsumen/audience juga menjadi penting agar usaha kita dalam melakukan promosi bisa jadi lebih efektif. Kalau target konsumennya adalah ibu-ibu, buatlah promosi yang bisa memikat hatinya moms. Alasan penting lainnya adalah biaya promosi/marketing itu kadang tidak sedikit, akan menjadi sangat costly. Sehingga jika kita belum bisa menspesifikkan lagi profil target konsumen kita yang sebenarnya bisa buang-buang waktu, uang dan tenaga. hehhehe. okedeh kalo gitu "Selamat berkarya para entrepreneur indonesia!!" 

P.S: oh iya, dalam menentukan target konsumen/audience kalo bisa dilihat lagi siapa yang jadi decision maker-nya (yang menentukan membeli atau tidak). misalnya produk AMUTHE nya mba Anisa Muthi'ah (fashion anak-anak). meskipun konsumennya adalah baby atau balita tapi yang memutuskan membeli atau tidaknya adalah para ibu-ibu. beda ceritanya kalo produk fashion remaja atau orang-orang dewasa karena mereka sendirilah yang menjadi decision maker nya. jadi sebisa mungkin promosi yang dibuat memikirkan apa hal yang disukai para ibu?^^

Minggu, 25 Januari 2015

Yuk temukan ‘brand’ mu (brainstorming stage)

Aku sangat excited untuk menulis part ini, hihihi. Karena ini tahap sangat awal dalam pembentukan sebuah ide. Yaitu BRAINSTORMING! Sebelum kita menciptakan langsung wujud visual brand kita akan menjadi seperti apa, ada baiknya kita menyiapkan waktu dulu untuk mengeksplorasi dan membuatnya menjadi lebih spesifik.

(kalo bisa temen-temen udah punya nama dan niche untuk brand kamu, buat yang belum silahkan baca dulu beberapa artikel sebelumnya di sini: 'Apa itu branding? pentingkah untuk blogger?', 'Apa itu branding? pentingkah untuk small business?', 'Apa itu Niche dan Passion? bagaimana cara menemukannya?')

Sebelum mulai mungkin ada sebagian yang bilang “mba iena, ie, yeye, aku ga bisa desain nihh. Gimana?” hmmmm, mbayu masnyaa. Please jangan lupa kalo yang nulis blog ini juga bukan desainer tulen alias masih abal-abal. Wkwkwk. Yang bikin beda cuma aku kenal photoshop lebih dulu aja. Masalah nanti secara teknis desainnya mau dibuat sendiri dengan belajar langsung secara otodidak atau nanti me-hire desainer yang berbayar ga masalah. Yang punya waktu mau ngotak-ngatik sendiri aplikasi desainnya monggo, karena aku juga sama aja dulu mulai dari nol. Next post insyaallah mau bikin tutorial2 yang aku bisa. Buat yang ga ada waktu dan emang punya dudut menurut aku mending cari desainer yang emang ahli di bidangnya. Tapi tetep, ide awal brainstorming mau dibuat seperti apa brand kita ya kita sendiri yang menentukannya. Karena brand ibarat personality jangan sampe kita cuma minta sama desainernya yang penting bagus, karena *maaf sebelumnya ga semua desainer juga paham tentang branding, yang penting klien seneng sama hasilnya yaudah. Sayang kan kalo udah bayar mahal-mahal tapi ternyata hasilnya ga seperti brand yang mau kita bangun.

Terus gimana caranya kita brainstorming?

Brainstorming yang aku maksud di sini adalah mencari semua inspirasi dan referensi dari gaya desain yang sudah pernah ada. Bisa dari majalah, tv, internet dll. Apalagi jaman sekarang menurut aku mending googling atau ngepinterest, karena di internet banyak banget desain yang emang keren-keren. 





































Beberapa pertanyaan yang harus dijawab sebelum menentukan gaya desain yang ingin digunakan:
  • Nah dari semua desain-desain yang kita lihat, cari mana yang sesuai dengan niche atau profesi kita. (Apakah kamu seorang consultant? Arsitek? Pengacara? Penyanyi? Fotografer? Make up artist? Organisasi? Atau seorang blogger?) 
  •  Siapa yang menjadi target market / target audience kamu? (Remaja kah? Ibu-ibu? Bapak-bapak? Kelas menengah ke atas? (gaya desain akan sangat disesuaikan dengan target konsumen/ audience) (segmenting, targeting dan positioning))
  •  Personality seperti apakah yang ingin dilihat oleh mereka? (profesional? Cheerful? Colourful?)
  •  Lalu desain nya juga akan dibuat lebih spesifik lagi, (misalkan arsitek untuk pasar desain interior kah atau bangunan seperting gedung? Lalu apa signature dari rancangannya? Minimalis kah? Atau mewah?)
  • Apa kesan pertama kali yang akan muncul jika melihat visualisasi brand kamu? Apakah sesuai dengan produk atau service yang akan kamu tawarkan pada mereka?
  •  Adakah value khusus yang membedakan kamu dengan competitor mu? (misalkan adanya campaign tentang kesehatan atau isu-isu social)
  •  Atau apakah isi postingan kamu akan sesuai dengan template yang kamu pakai?

Perbedaan gaya desain akan memberikan kesan yang berbeda juga
Perbedaan gaya desain akan memberikan kesan yang berbeda juga


dari gambar di atas aku mau memperlihatkan adanya efek perbedaan kesan ketika kita menerapkan elemen desain yang berbeda. desain yang ada di sebelah kiri terkesan lebih serius dan elegan, sedangkan yang di sebelah kanan lebih ceria dan kreatif. Mulai dari warna, font, layout, logo, gambar dan kalimat yang digunakan. Semua elemen desain yang dikolaborasikan akan membentuk sebuah personality dari brand kamu. Contoh kecil, font dari logo misalkan. Font yang handwriting memberikan kesan yang lebih informal dan memberi kesan ceria. Sedangkan font yang bold bisanya lebih maskulin dan powerful.


Perbedaan jenis font akan memberikan kesan yang berbeda juga


Jadi, sudah dapet gambaran kah brand kamu ingin divisualisasikan seperti apa?
Kalo sudah silahkan kamu ambil unsur-unsur desain dari hasil brainstorming kamu, seperti palette warna nya, backround, font layout dll menjadi seperti di bawah ini. (bisa pake snipping tool buat meng-capture gambar di layar. Atau kalo memang dari media cetak bisa di foto). Nah setelah tau garis besar tema desainnya akan seperti apa nantinya kamu bisa menentukan juga platform apa yang cocok dengan desainnya. Wordpress kah? Atau cukup dengan blogspot saja (*disesuaikan dengan kebutuhan)


konsep awal pengumpulan ide (menyatukan unsur-unsur desain yang akan dipakai)


Stick to your brand! (Konsisten!)
Jangan terburu-buru dulu setelah melihat gaya desain yang disukai dan dirasa cocok, lebih baik difikirkan lagi matang-matang dan cari dulu referensi sebanyak-banyaknya. Kenapa? Karena dalam membangun brand harus ada konsistensi dalam mempertahankan visualisasinya agar bisa dengan mudah dikenali oleh konsumen/pelanggan/audience kita. Please jangan labil kayak anak muda jaman sekarang, hhehhe. Jangan sampe nanti pengen ganti-ganti karena dirasa ada yang lebih bagus, niat pengen keliatan oke tapi malah bikin konsumen bingung. Perubahan dalam identitas visual boleh tapi tetep mempertahankan unsur utama atau cirri khas yang menjadi brand kita. Contoh logo windows yang intinya tetep bentuk kotak-kotak jendela tapi semakin ke sini ditransform jadi lebih modern. Dari jauh pun kita tetep kenal kan kalo melihat logo windows. Sama halnya dengan brand kita, meskipun belum sebesar merek-merek terkenal tapi poin akan konsistensi itu penting banget.

Kalo aku ngomong terus kapan mulai brainstormingnya? Hihihii :P Yaudah segitu dulu aja ya penjelasannya. Mungkin seminggu ke depan aku ngga ngepost dulu supaya temen-temen puas-puasin brainstorming, hhehhe. Aku juga mau menyentuh skripsyong-ku dulu nih, februari udah harus ngumpulin proposal soalnya T.T

P.S: i’m not design expert! Tulisan ini dibuat dari sudut pandang marketing tentang desain supaya kena tujuan brandingnya. Jadi kalo soal kerjasama desain mendesain secara tehnik aku belum jago, tapi aku akan sangat senang kalo diajak diskusi tentang brand yang mau kamu buat, hehhe. Please feel free kirim email ke aku yang punya pertanyaan atau mau diskusiin tentang branding, insyaallah akan aku jawab sejauh yang aku bisa :)

images source:

Rabu, 21 Januari 2015

peran desain dalam membangun brand


Yeeey akhirnya kita masuk juga ke pembahasan tentang desain. Sebelumnya aku udah cerita banyak mengenai branding di beberapa postingan yang lalu (yang belum baca boleh klik di sini). Brand memang bukan sebatas desain, tapi brand sebenarnya terbentuk dalam persepsi konsumen. Artinya sebuah brand bisa eksis karena judge yang ada kepala konsumen / audience kita. Di sisi lain manusia adalah makhluk visual, kita menggunakan mata untuk melihat hal-hal yang mempengaruhi behavior, tempers our reactions, and inform our decision. Baik itu lewat website, brosur atau dalam dunia nyata. Sehingga salah satu solusi yang efektif adalah dengan menarik perhatian lewat media visual. Dari desain di atas aku mau kasih contoh nyata, sebesar apa sih peran desain dalam membangun brand?


The case study
Desain ini sebenernya dibuat oleh Sam Sharples untuk memenuhi tugas kuliahnya. Tugas tersebut adalah di mana mahasiswa membuat suatu proyek desain dari sesuatu yang biasa saja menjadi sesuatu yang terlihat profesional (a seemingly un-brandable field of work appear extremely professional). Sam memilih produk sapu tangan karet yang biasa digunakan untuk kegiatan bersih-bersih menjadi objek proyeknya. Daaan seperti yang temen-temen lihat, hasilnya sangat catchy ketika pilihan warna dengan tema semi pastel, campuran warna biru dan pink yang justru menarik perhatian. Padahal kalo dilihat-lihat produk yang menjadi objek pilihannya sam kurang menarik dan membosankan (*ngga kayak produk fashion yang emang udah catchy dari awal). bahkan desainnya ini kalo aku lihat-lihat mengandung konsep/story/pesan dari potongan gambar tangannya. Ada yang bentuknya terlihat berjabat tangan, say hai, shoot gun, o perfect dll. The humor of the concept and execution are scrubby-good. So, dari desain di atas bisa ditarik kesimpulan bahwa desain yang tepat dapat menciptakan persepsi yang berbeda di benak konsumen. Kemaren aku nemuin kalimat yang nendang banget di situsnya nesha, dia adalah  brand designer based in the West Midlands, UK. (kamu bisa kunjungi situsnya di sini)
Your brand should look as amazing as your work is. Because the harsh reality is this- First impressions are lasting impressions. So if you want more clicks, more shares, more clients, more profit, and more new shoes at the end of the month (yay), your brand needs to level up and command attention.

Selasa, 20 Januari 2015

Apa itu Niche dan Passion? Bagaimana cara menemukannya?


Oke darlinn, sekarang balik lagi nih ngebahas kelanjutannya branding untuk konteks blogger. Tapi sebelunya aku mau bilang I’m not expert in blogging nor graphic design, I managed to learn by doing. Thanks to all the blog design and tips that all over the world wide web. Jadi kalo ada salah-salah mohon dikoreksi ya :)

Lanjooots, nah sebelum masuk ke pembahasan kita tentang niche dan passion aku mau mengklasifikasikan dulu tipe blogger yang aku tahu. Dari hasil mondar mandir bw ternyata ada dua jenis utama kategori seorang blogger. Yang pertama adalah blogger by passion dan yang ke dua adalah blogger yang hanya mengejar traffic saja. Apasih bedanya ie?

Bedanya adalah blogger by passion menulis sesuatu tema yang disukainya, berawal dari passion-makannya aku bikin sebutan blogger by passion. Tujuan pertama mereka blogging bukan cuma sekedar mengejar keuntungan saja, tapi alasan penting lainnya adalah aktualisasi diri. Tipe blogger yang ke dua adalah blogger yang emang tujuannya langsung ‘menghasilkan uang’. Biasanya yang kayak gini ga punya satu benang merah khusus tentang apa blognya. Bisa tips macem-macem atau yang lagi happening. Tapi jangan salah, yang kayak gini biasanya sangat jago dalam hal SEO (yang saya sendiri masih cupu, hhehhe).  So bahasan di sini lebih mengarah ke blogger by passion aja yaah, aku ga jago kalo mau bahas SEO dll. Yang mau aku bahas di sini adalah kegiatan blogging dari sisi personal branding, kalo mau tips2 blogging secara teknis temen-temen bisa liat web nya mba Chrisanty di sini (*aku suka webnya, karena enak dibaca dan tipsnya juga oke)

A niche is a focused, targetable part of the market. You are a specialist providing a product or service that focuses on specific client group’s needs, which cannot or are not addressed in such detail by mainstream providers.

Bisa dikatakan niche blogging adalah kegiatan menciptakan sebuah blog dengan tujuan untuk menggunakannya sebagai media marketing kepada target pasar tertentu. Ini berarti niche blogging memiliki target pembaca yang jelas sesuai dengan tema blog yang ditawarkan

Menurut aku untuk menemukan niche dari blogging yang paling baik adalah apa yang menjadi passion kita. Kenapa? Karena kalo menulis apa yang menjadi passion kita biasanya akan selalu banyak ide untuk membuat postingan lagi dan lagi. “hmm abis foto ootd yang super cute hari ini besok mau dibuat lebih classy deh. Terus besok-besok rok nya bisa di mix lagi sama baju yang lain, terus.. terus..” biasanya ide bisa aja banyak yang datang. Buat yang suka kuliner pasti tau banget dong tempat makan yang recommended. Atau yang sukanya masakan sendiri dan hobi masak udah banyak kan resep yang mau di coba-coba. Yang suka review produk kecantikan noh udah numpuk make up kit di kamar. Yang suka travelling dan fotografi paling bisa nentuin spot mana aja yang asik buat dibikin postingan. Yang super kreatif bisa bikin postingan D.I.Y. Udah deh ahh pokoknya banyak, hehhehhe.

Penting banget jangan ngeblog karena ikut-ikutan aja ngeliat blogger-blogger keren yang kamu suka. Boleh sih ikutan, (*ga ada yang ngelarang) tapi kalo itu bukan passion kamu juga malah kurang maksimal. Aku punya contoh cerita blogger yang suka aku baca akhir-akhir ini, namanya Jen asal New York. Nama website nya ‘savetosplurge’, dia pernah bikin postingan yang judulnya ‘what-i-learned-from-two-failed-blogs’ 2 kali pernah gagal ngeblog karena dia menulis yang bukan passionnya. Awalnya dia menulis tentang fashion, tapi ternyata merasa kurang nyaman untuk membuat postingan-postingan yang berhubungan dengan fashion. Dan akhirnya sadar kalo ternyata menulis tentang mengelola keuangan (khususnya personal finance) adalah passionnya.

One of the reasons my blogs failed is because, even though I love to write, I had a hard time coming up with content. I felt discouraged and unmotivated. I enjoy shopping (J. Crew, you are my weakness) and dressing up, but I am not passionate about it. I can’t talk about it for hours and never run out of things to say. When I finally realized this point, it was easy for me to let go and pursue my true passion.Personal finance is a topic that never fails to excite me. Even when I was running my fashion blogs I would look for ways to throw in some personal finance. But it just wasn’t the right fit for my (albeit, small) audience. Then one day it finally hit me. Why don’t I just blog about what I love? (DUH.)And that, my friends, is how Save to Splurge came to be. I have been writing here for about three weeks and the ideas are still rushing in. A few of my posts have been mentioned in several blogs, which I think is good feedback considering the length of time I’ve been around! Thank you to the bloggers who mentioned me! You all rock!

Terakhir Jen bilang yang terpenting adalah ketika “menjadi diri sendiri!”. Ngga jauh berbeda, dulu aku juga pertama ngeblog sejujurnya karena ngeliat para fashion blogger yang kece, hahhaha. Terutama anak-anak hijabers community yang sekarang lagi nge-hits. Coba-coba beberapa minggu aku stuck ga ada ide, akhirnya ya begitulah isinya jadi penting ga penting blog aku. Yang paling menggelikan adalah karena aku cinta mati sama Manchester United aku pernah bikin postingan tentang MU, DUH!  Wkwkwk, ya ga heran lah kalo aku ga langgeng ngeblog. Kayak yang pernah aku bilang sebenernya bikin blog ini dari tahun 2011, tapi baru akhirnya memutuskan untuk menjadi serious blogger setelah mendapatkan pencerahan akan passion dan niche aku, yaitu marketing dan desain. Aku tetep suka baca dan main-main ke fashion blog (*banget malah), buat referensi aku juga.

Terus gimana kalo sampe sekarang belum nemu passion?
Bohong kalo orang bilang mereka ga punya passion :P Menurut aku setiap orang yang hidup dan beraktivitas pasti menemukan sesuatu yang lebih dominan. Tanda bahwa itu adalah passion kita salah satunya adalah sesuatu yang bisa kita kerjakan selama berjam-jam dang ga pernah ngerasa capek atau menyesal mengerjakan hal itu. Bahkan saking seriusnya bisa-bisa sampe lupa waktu. Misal ada yang emang bisa semangat banget ngelukis, sampe-sampe menghabiskan banyak kanvas saking menikmati proses pembuatan dan hasil karya nya. Yang anteng ngutak ngatik mesin jahit dan bikin pola-pola cantik sampe lupa makan karena saking asiknya. Yang bodo amat uang jajan habis yang penting bisa jalan-jalan keliling dunia melihat kebudayan kebudayaan yang menakjubkan. Coba deh kamu pikir-pikir lagi, apa hal yang kamu ga pernah ngerasa beban dalam melakukan hal itu, pasti ada! :)

Sepenting apasih nulis dengan passion?
Hhuhuhu penting ga yah? Menurut aku kalo kita bisa menulis dengan passion mendorong kita untuk bikin tulisan-tulisan yang bagus, karena kita melakukannya dengan maksimal dan serius ngerjain itu.  

Nah nantinya kita juga bisa tau konsep brand yang mau kita bangun kalo udah nemuin niche blog kita apa, memilih desain apa yang dapat mewakili dari brand yang mau kita bangun. Konsep ceria? Professional? Girly? Yang bisa cocok nantinya sama potingan-postingan kita, hhehe :) buat yang udah nemu passionnya apa, SELAMAT!! Karena kamu sudah menghargai dirimu sendiri dan semakin belajar mencintai kehidupan yang sedang dijalani. Buat yang belum SEMANGAAT! banyak hal yang bisa dijadikan inspirasi untuk mencari apa yang menjadi passion yang sebenarnya :)

P.S:  Alhamdulillah, aku mau ngucapin terimakasih buat beberapa temen-temen blogger yang sampe hari ini sama-sama support dalam hal blogging. ternyata tips ngeblog biar langgeng adalah silaturahim sesamanya ya. hihihi (*kemana aja sih gue?). super thank you juga buat dua kaka yang baik hati nan solehah, Ka Puput sama ka Tia yang meskipun ga pernah ketemu tapi keep in touch dan menularkan virus-virus menulis nya :) 

next kita mulai masuk ke teknis brainstorming dan desain ya, hihihi. Udah ga sabar nih, makasih yang udah mau ngikutin sampe hari ini, buat yang belum kamu bisa baca juga pembahasan sebelumnya 

Senin, 19 Januari 2015

inspirasi desain: florist name card (Japan)

Pertama kali liat langsung 'ehh ko lucu yah kartu namanya' hhehhe. kepikiran aja ya yang bikin itu kartu nama bisa dilipet jadi kayak bouquet bunga. pas banget kalo sudut-sudutnya dilipet jadi bentuk cone terus ujung-ujungnya ceritanya jadi bunganya. cuma karena situsnya pake bahasa jepang aku jadi ga bisa cerita banyak tentang florist ini. aku kepengen nge-share aja, siapa tau ada yang mau bikin usaha toko bunga atau ada penjual bunga yang ga sengaja mampir ke sini ini bisa jadi bahan inspirasi. cuma kekurangannya ga semua pocket kartu nama muat buat ukuran lipetannya, jadi kalo mau disimpen tetep dibuka. tapi lumayan lah yaa, kan ketika tuker-tuker kartu nama ada aja calon client yang jadi langsung inget sama toko bunga kita karena unik. nah biasanya juga ada kepuasan sendiri lho buat beberapa orang yang nyimpen kartu nama yang unik-unik. kadang jangan ngeremehin kekuatan kartu nama, buat yang sedang membangun networking dan relasi bisnis kartu nama bisa jadi reference yang kuat buat calon customer kita, karena di dalamnya ada data lengkap alamat-alamat apa aja yang bisa mengarahkan langsung menghubungi kita. hehhhe :)

Minggu, 18 Januari 2015

Apa itu Branding? Pentingkah untuk small business? (part-2)


Oke, kita lanjut yuk obrolannya. hhehhe. apalagi ceritanya baru dapet semangat dari temen blogger jauh yg ada di eropa (*mau curhat dulu, wkwkk). jadi barusan aku iseng buka feedjit dan nemu satu url yang cukup sering jadi link ke blog SLS. nah ternyata pas aku buka dia sedang ngereview 5 blog favoritnya, dan aku seneng banget ternyata SLS masuk ke dalam 5 blog tersebut! meskipun mungkin hal kayak begini mah udah biasa buat blogger-blogger lain, tapi buat aku yang mantan blogger serabutan (amiin) seneng karena ternyata ada yang mengapresiasi tulisan-tulisan aku. namanya Antonella, blogger asal Bosnia yang masih muda dan punya kepribadian yang menyenangkan. agak sedikit sedih sih, karena sekarang aku lagi mau komit blogging pake bahasa, dan bikin blogger-blogger kayak Antonella harus buka dulu google translate nya. but seriously, I have the reason why I use bahasa, mungkin kapan-kapan aku akan cerita ya alasannya, hhehhe.

thank you darling, you give me a new spirit to be a serious blogger! (kamu bisa kunjungi blognya di sini

naah, sekarang kenapa sih jadi dibikin sequel gini postingannya? hhhe
sebenernya term 'Branding' yang kita bahas disini sama intinya dengan pengertian yang di bahas kemaren, cuma konteksnya aja yang berbeda antara blogger yang memang kegiatan utamanya menulis dengan entrepreneur yang memiliki produk atau jasa. letak perbedaannya adalah di value of chainnya (alur kegiatan dari proses produksi sampai produk dan jasa itu samapai ke tangan konsumen). kalo blogger ga usah rempong-rempong sampe mikirin gimana distribusi barangnya, kapan? di mana?, yang penting punya tulisan berkualitas, dimengerti, disukai banyak audience nya dan meningkatkan traffic. jadi bisa dibilang blogger itu melakukan 'personal branding', menjual yang ada pada dirinya sendiri, yaitu "KAMU!". sedangkan untuk entrepreneur harus memikirkan semua proses secara keseluruhan kegiatan bisnis dari A-Z. *makannya kalo ngebahas nya dibarengin takut pusing kecampur-campur kayak es campur :P  

okee, karena takut bosen udah dibahas di postingan lalu, untuk definisi branding-nya sendiri artinya sama yaa. (yang belum baca boleh kllik di sini). jadi kemaren aku agak brainstorming gitu untuk ngebahas kenapa branding penting untuk small business atau start up. mau nyari latar belakang yang pas yang bukan copas-copas dari blog orang karena udah banyak yang ngasih alesan yang sama. dan ehem akhirnya hasil perenungan di kamar mandi tadi pagi aku nemuin satu poin penting.

Jadi, kenapa branding penting untuk small business?
sedikit belajar lagi ilmu ekonomi ya temen-temen, ada berbagai macam bentuk struktur pasar. ada pasar
  1. persaingan sempurna (Jenis pasar persaingan sempurna terjadi ketika jumlah produsen sangat banyak sekali dengan memproduksi produk yang sejenis dan mirip dengan jumlah konsumen yang banyak. *in the real world pasar persaingan sempurna jarang terjadi, Contoh produknya adalah seperti beras, gandum, batubara, kentang, dan lain-lain),
  2. monopolistic ( jumlah produsen atau penjual banyak dengan produk yang serupa/sejenis, namun di mana konsumen produk tersebut berbeda-beda antara produsen yang satu dengan yang lain. Contoh produknya adalah seperti makanan ringan (snack), nasi goreng, pulpen, buku, dan sebagainya),
  3. oligopoli (Pasar oligopoli adalah suatu bentuk persaingan pasar yang didominasi oleh beberapa produsen atau penjual dalam satu wilayah area. Contoh industri yang termasuk oligopoli adalah industri semen di Indonesia, industri mobil di Amerika Serikat, dan sebagainya)
  4. monopoli (Pasar monopoli akan terjadi jika di dalam pasar konsumen hanya terdiri dari satu produsen atau penjual. Contohnya seperti microsoft windows, perusahaan listrik negara (pln), perusahaan kereta api (perumka), dan lain sebagainya)
small business atau start up kebanyakan kecendrungannya adalah mereka yang bersaing dalam struktur pasar monopolistik. contoh, mau usaha baju/apparel? buka restoran? jual buku?. jenis usaha yang kayak gini udah banyak yang juga menjual produk yang sama. mau jual nasi goreng sama-sama dibuat bahannya dari nasi telor bumbu. mau jual baju sama-sama dibuat dari kain yang dijual di tanah abang. makannya dibilang produk di pasar monopolistik cenderung identik, mungkin yang beda dari resep rahasianya yang bikin spesial atau model baju nya yang berbeda. tapi pernah ga sih nemuin baju yang kalo di jual di butiknya mbayu-mbayu bisa lebih mahal dibandingkan yang beli di toko biasa, padahal modelnya kayaknya ga jauh beda deh, cuma beda di labelnya aja. *the power of BRANDING! 

nah, jadi kesimpulannya adalah untuk jenis pasar monopolistic, strategi agar sebuah bisnis bisa mendapatkan profit dan bertahan adalah = DIFFERENSIASI! yang mau aku hubungkan di sini yaitu BRANDING adalah cara bagaimana usaha kita bisa mendiffrensiasikan diri dengan pesaing usaha lain dari jenis produk/jasa yang sama. menciptakan value dan personality yang kuat akan produknya bisa lebih disukai oleh konsumen 



Let's see, misal kenapa film bollywood bisa selalu banyak penggemarnya? karena bollywood punya konsep yang unik, mereka ga cuma sekedar ngasih cerita, tapi juga ada kegiatan nyayi dan nari-nari yang bikin ceritanya jadi lebih seru. atau misalnya lagi acara TV kayak opera van java, aku ngeliat mereka cukup awet sampe 6 tahun siaran melulu, ternyata konsep opera van java yang lawakannya banyak dari improvosasi pemain tanpa script itu justru bikin banyak penonton yang suka. Sekarang produk makanan deh, hmm aku mau ambil contoh kripik pedesnya maicih. temen-temen kebanyakan pasti udah sering denger dong nama maicih. padahal konsep nya menurut aku sederhana yaitu gimana bikin level di tingkat pedasnya, gimana jualan yang berpindah tempat dan bikin konsumennya cari tahu lewat sosial media tentang keberadaan mobil maicih. yang terjadi di sini adalah mereka semua berhasil membangun story / perbedaan / ciri khas yang akhirnya menambah nilai jual produk/jasanya. 

nahh, menurut aku itu hal mendasar kenapa branding jadi penting buat small business. sekarang branding di sini bukan sekedar kartu nama, atau website online store nya aja yang bagus. ketika pesanan tenyata ga sesuai dengan ekspektasi pelanggan atau ketika mba-mba customer service nya jutek bisa menggagalkan proses membangun brand. kenapa? karena branding adalah proses keseluruhan dari bisnis :)

itu aja dulu yah dari aku. kedepannya aku mau ngebahas lagi beberapa brand yang berhasil supaya sama-sama bisa belajar dari mereka. see you^^

P.S: maaf yah kalo pembahasannya agak serius, soalnya aku ga yakin kalo udah ga jadi mahasiswa lagi mau nulis yang kayak beginian apa ngga. wkwkwkk. mumpung masih punya semangat belajar :)

COPYRIGHT © 2021BY IENA