Sunday, January 27, 2019

Apa itu mastitis, Engorgement dan Clogged Ducts?

source: www.thestranger.com

Dulu saya sempet bingung antara Engorgement, Clogged Ducts & Mastitis yang ujung ujungnya malah mengharuskan saya masuk ruangan operasi (nanti ya cerita drama ini akan ada di postingan lain, hhehe). Nah karena itu di sini saya akan bahas lebih dulu perbedaan ketiganya dan membahas lebih detil apa itu mastitits, supaya ibu-ibu yang lain lebih aware dan semoga gak ngalamin apa yang saya alami. Kebetulan beberapa waktu yang lalu setelah saya posting cerita mastitis di ig story, ada beberapa ibu yang dm dan wa saya nanya2 tentang hal ini. Okelah kalo gitu kita langsung cus aja yuk

Perbedaan Engorgement, Clogged Ducts & Mastitis

Sebenarnya engorgement artinya payudara yang penuh banget aja ya, ciri cirinya payudara mengeras karena ASI berlebih dan tidak dikeluarkan. Hal ini bisa terasa menyakitkan bagi ibu yang mengalaminya. Biasanya dikarenakan oleh suplai ASI melebihi yang dibutuhkan oleh bayi. Asal isinya bisa dikeluarkan baik dengan cara menyusui maupun dipompa, gak masalah. Kalau sampai berasa sakit gak bisa keluar walau di dalam dada penuh susu artinya clogged duct.

Clogged duct adalah saluran asi tersumbat, terdapat sumbatan putih di pori2 puting. ciri cirinya adalah terdapat bintik putih pada nipple yang berbentuk seperti jerawat dan terasa sakit bila menyusui langsung atau disebut "bleb". Bleb terjadi karena pertumbuhan jaringan kulit yang berlebihan atau karena kumpulan fragmen asi atau material lemak dari ASI. Jika kondisi seperti ini dibiarkan bisa menyebabkan mastitis!

Definisi Mastitis
(sumber: IDAI)
Mastitis merupakan suatu proses peradangan pada satu atau lebih segmen payudara yang mungkin disertai infeksi atau tanpa infeksi. Dalam proses ini dikenal pula istilah stasis ASI, mastitis tanpa infeksi, dan mastitis terinfeksi. Apabila ASI menetap di bagian tertentu payudara, karena saluran tersumbat (clogged duct) atau karena payudara bengkak, maka ini disebut stasis ASI. Bila ASI tidak juga dikeluarkan, akan terjadi peradangan jaringan payudara yang disebut mastitis tanpa infeksi, dan bila telah terinfeksi bakteri disebut mastitis terinfeksi.

(mastitis juga biasanya bisa terjadi ketika puting ibu lecet, kemudian bakteri masuk dari puting lecet tersebut menuju statis ASI yang akhirnya berujung mastitis.)

Diagnosis mastitis ditegakkan berdasarkan kumpulan gejala sebagai berikut:
  • Demam dengan suhu lebih dari 38,5oC
  • Menggigil
  • Nyeri atau ngilu seluruh tubuh
  • Payudara menjadi kemerahan, tegang, panas, bengkak, dan terasa sangat nyeri.
  • Peningkatan kadar natrium dalam ASI yang membuat bayi menolak menyusu karena ASI terasa asin
  • Timbul garis-garis merah ke arah ketiak.

Patofisiologi

Terjadinya mastitis diawali dengan peningkatan tekanan di dalam duktus (saluran ASI) akibat stasis ASI. Bila ASI tidak segera dikeluarkan maka terjadi tegangan alveoli yang berlebihan dan mengakibatkan sel epitel yang memproduksi ASI menjadi datar dan tertekan, sehingga permeabilitas jaringan ikat meningkat. Beberapa komponen (terutama protein kekebalan tubuh dan natrium) dari plasma masuk ke dalam ASI dan selanjutnya ke jaringan sekitar sel sehingga memicu respons imun. Stasis ASI, adanya respons inflamasi, dan kerusakan jaringan memudahkan terjadinya infeksi.

Terdapat beberapa cara masuknya kuman yaitu melalui duktus laktiferus ke lobus sekresi, melalui puting yang retak ke kelenjar limfe sekitar duktus (periduktal) atau melalui penyebaran hematogen (pembuluh darah). Organisme yang paling sering adalah Staphylococcus aureus, Escherecia coli dan Streptococcus. Kadangkadang ditemukan pula mastitis tuberkulosis yang menyebabkan bayi dapat menderita tuberkulosa tonsil. Pada daerah endemis tuberkulosa kejadian mastitis tuberkulosis mencapai 1%.

Faktor risiko terjadinya mastitis antara lain:
  • Terdapat riwayat mastitis pada anak sebelumnya.
  • Puting lecet.
  • Puting lecet menyebabkan timbulnya rasa nyeri yang membuat kebanyakan ibu menghindari pengosongan payudara secara sempurna.
  • Frekuensi menyusui yang jarang atau waktu menyusui yang pendek.
  • Biasanya mulai terjadi pada malam hari saat ibu tidak memberikan bayinya minum sepanjang malam atau pada ibu yang menyusui dengan tergesa-gesa.
  • Pengosongan payudara yang tidak sempurna
  • Pelekatan bayi pada payudara yang kurang baik. Bayi yang hanya mengisap puting (tidak termasuk areola) menyebabkan puting terhimpit diantara gusi atau bibir sehingga aliran ASI tidak sempurna.
  • Ibu atau bayi sakit.
  • Frenulum pendek.
  • Produksi ASI yang terlalu banyak.
  • Berhenti menyusu secara cepat/ mendadak, misalnya saat bepergian.
  • Penekanan payudara misalnya oleh bra yang terlalu ketat atau sabuk pengaman pada mobil.
  • Sumbatan pada saluran atau muara saluran oleh gumpalan ASI, jamur,serpihan kulit, dan lain-lain.
  • Penggunaan krim pada puting.
  • Ibu stres atau kelelahan.
  • Ibu malnutrisi. Hal ini berhubungan dengan daya tahan tubuh yang rendah.
source: www.loveandbreastmilk.com

Home Treatment

Nah kalo kira2 udah curiga nih kayaknya dari gejala yang ada mengarah ke mastitis langsung diatasi ya buibuu. Pokoknya jangan ditunda tunda.

Yang utama udah pasti ya harus ngosongin payudara, pumping terus dan susuin terus ke baby kita. Kalo misalkan pumping juga susah keluar, coba pake tangan di urut supaya keluar. Kalau badan mulai panas / sakit bantu pake paracetamol. Kompres dengan waslap hangat, kemudian jangan lupa massage menggunakan minyak zaitun.

CATAT!:
Observasi selama 24 jam, apakah kita merasa baikkan dengan melakukan home treatment? Kalo ya silahkan lanjutkan treatment tadi sampai benjolan atau rasa sakit hilang. Jika TIDAK silahkan langsung pergi ke dokter untuk minta antibiotik. Antibiotik yang diresepkan ini akan berusaha menyembuhkan peradangan dan menangani bakteri2 yang ada di tubuh, bahkan jika sudah terbebtuk abses (nanah) kalau masih kecil ukurannya (di bawah 1 cm) katanya masih bisa dilawan dengan antibiotik. Kemudian observasi selama 2 hari, apakah antibiotik itu bisa bekerja menyembuhkan infeksi atau tidak. Jika setelah minum antibiotik tidak ada perubahan silahkan kembali ke dokter untuk tindakan lebih lanjut (insisi). Biasanya pasien akan diperiksa dengan usg mamae terlebih dulu, baru dokter akhirnya mengambil keputusan. 

Pencegahan

Pencegahan terhadap kejadian mastitis dapat dilakukan dengan memperhatikan faktor risiko di atas. Bila payudara penuh dan bengkak (engorgement), bayi biasanya menjadi sulit melekat dengan baik, karena permukaan payudara menjadi sangat tegang. Ibu dibantu untuk mengeluarkan sebagian ASI setiap 3 - 4 jam dengan cara memerah dengan tangan atau pompa ASI yang direkomendasikan. Sebelum memerah ASI pijatan di leher dan punggung dapat merangsang pengeluaran hormon oksitosin yang menyebabkan ASI mengalir dan rasa nyeri berkurang. Teknik memerah dengan tangan yang benar perlu diperlihatkan dan diajarkan kepada ibu agar perahan tersebut efektif. ASI hasil perahan dapat diminumkan ke bayi dengan menggunakan cangkir atau sendok. Pembengkakan payudara ini perlu segera ditangani untuk mencegah terjadinya feedback inhibitor of lactin (FIL) yang menghambat penyaluran ASI.

Pengosongan yang tidak sempurna atau tertekannya duktus akibat pakaian yang ketat dapat menyebabkan ASI terbendung. Ibu dianjurkan untuk segera memeriksa payudaranya bila teraba benjolan, terasa nyeri dan kemerahan. Selain itu ibu juga perlu beristirahat, meningkatkan frekuensi menyusui terutama pada sisi payudara yang bermasalah serta melakukan pijatan dan kompres hangat di daerah benjolan.

Pada kasus puting lecet, bayi yang tidak tenang saat menetek, dan ibu-ibu yang merasa ASInya kurang, perlu dibantu untuk mengatasi masalahnya. Pada peradangan puting dapat diterapi dengan suatu bahan penyembuh luka seperti atau lanolin, yang segera meresap ke jaringan sebelum bayi menyusu. Pada tahap awal pengobatan dapat dilakukan dengan mengoleskan ASI akhir (hind milk) setelah menyusui pada puting dan areola dan dibiarkan mengering. Tidak ada bukti dari literatur yang mendukung penggunaan bahan topikal lainnya.

Kelelahan sering menjadi pencetus terjadinya mastitis. Seorang tenaga kesehatan harus selalu menganjurkan ibu menyusui cukup beristirahat dan juga mengingatkan anggota keluarga lainnya bahwa seorang ibu menyusui membutuhkan lebih banyak bantuan.

Ibu harus senantiasa memperhatikan kebersihan tangannya karena Staphylococcus aureus adalah kuman komensal yang paling banyak terdapat di rumah sakit maupun masyarakat. Penting sekali untuk tenaga kesehatan rumah sakit, ibu yang baru pertama kali menyusui dan keluarganya untuk mengetahui teknik mencuci tangan yang baik. Alat pompa ASI juga biasanya menjadi sumber kontaminasi sehingga perlu dicuci dengan sabun dan air panas setelah digunakan.
Jika harus dinsisi

Sebenarnya langkah insisi ini jika dilakukan sebelum terlambat dapat menghindari dari rusaknya jaringan di payudara. Saya pernah mampir di sebuah blog di mana si ibu bercerita bahwa ia tidak bisa menyusui anak kedua nya pasca operasi. Tapi ada juga ibu lain yang setelah diinsisi bisa kembali menyusui. Nah kayaknya ini tergantung dari separah apa mastitis yang terinfeksinya, biasanya kalo udah parah dokter akan mengangkat jaringan di payudara ibu karena dikhawatirkan bisa menyebabkan kanker :’(

buibuuu, sekian dulu ya penjelasan tentang mastitis nya. Nanti postingan selanjutnya kubercerita manjah tentang drama menyusui yang akhirnya alhamdulillah sudah terlewati masa masa menyedihkan itu, huhu. Jangan lupa jaga aset berharga kita, semoga bisa terus mengASIhi sampai waktunya ❤️

Wednesday, January 9, 2019

Menjadi ibu

Alhamdulillah akhirnya saya resmi menjadi seorang ibu ❤️

Tepat tanggal 1 oktober 2018 lalu saya melahirkan jagoan mungil yang diberi nama ZAIN HAMIZAN MUGHOFAR


ada haru, syukur, bahagia, doa, semangat, sakit, melawan sakit, pulih, belajar dan dukungan dari keluarga & teman2 yang saya sayangi.

Sesuai janji saya sama diri sendiri, setelah trimester 4 terlewati, (zain udah 3 bulan) ibu mau nulis lagi di blog. Zain sekarang udah pinter, ibunya udah bisa istirahat sejenak, bisa curi2 waktu untuk lanjut lagi menulis.

Banyak tulisan yang bilang bahwa 1000 hari pertama seorang anak itu penting. Iya betul, sangat setuju. Tapi menurut saya mengatur emosi, perasaan ibu yang baru melahirkan itu juga penting, apalagi menjadi ibu baru.

Baby blues? Saya pernah. Ga pede? Iya banget pernah. Ampir putus asa? Apalagi.  Mungkin tulisan saya bisa bikin ibu ibu yang lain ga ngerasa sendirian atau mungkin bisa bersyukur karena ga ngalamin apa yang saya alami. Hhehe

Tunggu ya tulisan ibuknya zain selanjutnya :)


Sunday, September 30, 2018

Review Dokter Kandungan di Cilegon


Beberapa hari yang lalu ada adik kelas aku yang nanya di instagram tentang dokter kandungan yang recommended di Cilegon. Kebetulan juga aku dan suami bukan tipe yang langsung puas sama satu dokter. Jadi deh Selama hamil udah ada 4 dokter kandungan yang kita kunjungi, wow!! Hhehe maklum, waktu awal hamil aku juga masih kerja, jadi kadang sekalian curi-curi waktu kapan bisa konsultasi dengan ketersediaan jadwal dokter yang ada aja waktu itu. Sekalian nyari dokter kandungan yang enak buat konsultasi. Namanya juga anak pertama ya cynn, masih semangat coba datengin RS sana sini. Belom punya anak pertama yang diurusin jadi belom rempes.

Oke, jadi keempat dokter ini akan aku review plus minus nya menurut aku dan harga per konsultasi. Ini di luar biaya vitamin hamil yak. 

1. Dr. Leliana (RSKM)

+ Ini dokter kandungan paling cantik yg pernah aku kunjungin. Baik dan ramah juga, suka senyum. Aku masih inget banget, dulu pertamakali cek kandungan sama beliau. Jadi deh Dr. leliana yang ngucapin selamat buat kita berdua atas kehamilan anak pertama ini :) Oh ya satu lagi, di RSKM periksa dengan beliau termasuk sangat terjangkau. 

- Antriannya lama banget bokk! Apalagi kalo ditambah dokternya ada tindakan dulu. Daftar jam 9 an dipanggil bisa abis dzuhur T.T eh pas giliran diperiksa palingan cuma 10 -15 menitan. Ya namanya juga di rumah sakit umum, digabung antara yang bpjs dan yang non bpjs. Jadilah banyak ibu hamil yang kontrol di sana. Terus alat usg nya aku liat masih belom bisa 3D/4D.

Biaya konsultasi: Rp 160.000



2. Dr. Indiarto (Klinik Fatimah Cilegon)
*Dokter ini ga ada fotonya di internet, maaf ya dok.

+ Pokoknya ini dokter favorit aku! Detaaail banget ngejelasinnya, tanpa harus kita tanya-tanya duluan. Bener-bener lengkap, dari tempurung kepala, otak, mata, paru2, jantung, sampe ujung kaki deh diliat, ada kelainan apa ngga. Udah gitu kita bisa usg dengan teknologi 3D, karena aku liat alatnya juga lebih canggih. Satu pasien bisa ngabisin waktu 1/2 jam an di ruangan dokter, pokoknya sampe unek2 bumil tentang kandungan di keluarin semua deh. Dokter nya akan tanya "Masih ada lagi ga yang mau ditanyain?" atau "Masih ada yang belom puas?". Pernah pas jaman galau di usia kandungan 27 minggu berat janinku dibilang kurang sama dokter lain, tapi Dr. Indiarto bilang ini masih normal. Jangan khawatir, yang penting nanti lahir minimal sekitar 2,5 kilo. Dia liat postur tubuh emaknya juga kecil, jadi ga heran. Aku dulu lahir cuma 2,6 kg juga. Tenang aja katanya, gedein dede bayik nya di luar. Hufff, alhamdulillah. Seketika aku tenang lagi :")

- Pak dokter ini memutuskan untuk ambil kuliah lagi, jadilah kita cuma bisa kontrol di weekend doang. Hikss. Itupun mesti konfirmasi terus karna belom tentu bisa juga di weekend. Jam nya pun bisa kapan aja, alamak! Pernah jadwal kontrol nya malem banget, aku baru dipanggil giliran jam 10 malem dan kelar jam setengah 11. Itupun masih banyak pasien setelahku, pulang jam berapa coba makemak lain itu. Bisa tengah malem mungkin T.T

Kalo tadi lama nunggu karena antriannya panjang, kalo periksa di dokter ini lama nunggu dipanggil karena waktu konsul per pasien sama dokternya udah kayak curhat. Jadilah satu jam cuma ada 2 sampi 3 pasien paling banyak yang dilayanin. Tapi menurut aku worth it sih. 

Biaya konsultasi: Rp 560.000

3. Dr. Akam (RSIA Permata Serdang)

+ Dokter senior, udah terkenal banget di cilegon. Kalo ga salah beliau bisa nanganin high risk pregnancy. Jadi yang khawatir karena kandungan nya kenapa-kenapa karena indikasi tertentu aku saranin konsul di beliau aja. Temenku yang pernah kerja di rsia permata serdang bilang katanya jahitannya dokter akam terkenal rapi.

Sejak dokter Indiarto ambil kuliah lagi, aku sama suami memutuskan untuk cari dokter lain. Kebetulan temen temen masku banyak yang istrinya lahiran di rsia permata serdang, jadilah kita move on ke sini. Dan sampailah ke dokter akam (yang juga sekaligus punya klinik ini). Cita2 kita juga kepengen lahiran di sini aja deh, soalnya fasilitas nya juga bagus. Kata ibuku menjelang lahiran udah waktunya konsisten sama satu rumah sakit, udah harus nentuin mau lahiran di mana.

- waktu konsul di dalem ruangan sebentar, sekitar 10-15 menitan aja. Tapi harga konsulnya emang lumayan euy untuk usg 2D doang, mungkin karena dokter nya udah berpengalaman banget kali ya. Dari jaman emak gue hamidun ni dokter emang udah praktek.

Biaya konsultasi: Rp 655.000

4. Dr. Maya (RSIA Permata Serdang)

+ Baik, lembut, nyantai, ga bikin panik alhamdulillah. Setelah konsul ke dokter mata dan dinyatakan bisa lahiran normal karena retinaku masih bagus, sengaja akhirnya mau pilih dokter cewek. Jadi kalo sewaktu-waktu mau periksa dalem pun ga risih. Berharap banget semoga pas lahiran bisa ditanganin sama beliau. Aamiin.

- saking lembutnya kadang kita harus fokus banget alias suaranya pelan. Kita juga harus aktif nanya sih, jadi sebelum masuk ruangan list pertanyaan udah disiapin ya. Hhehhe. 

Biaya konsultasi: Rp 390.000





Well segitu aja dulu kali ya review nya, yang mau coba usg 4D aku saranin periksanya di usia kandungan 4 bulan ke atas. Karena kalo di bawah itu masih kekecilan. Tapi ga mesti sering2 periksa 4D juga ga papa, 2D juga udah cukup. 

Sunday, September 23, 2018

Mempersiapkan Hospital Bag + ebook


Haii, ga kerasa aku udah masuk ke usia kandungan 37 minggu nih. Udah bisa lahiran kapan aja jadi udah harus nyiapin yg namanya hospital bag. Dag dig dug ga sabar campur nervous menunggu si baby keluar. mohon doanya ya temen2 semoga persalinanku nanti diberi kemudahan dan kelancaran. Aamiin :")

Oke jadi di postingan kali ini aku mau share apa aja yang udah aku siapin di hospital bag yang mau aku bawa. Sebenernya aku tipe orang yang ga suka banyak bawa barang kalo bepergian, tapi khusus mempersiapkan persalinan ini mendadak aku jadi tipe orang yang detail dan mau agak rempong. Sebisa mungkin aku pengen di hari H kebutuhan aku dan bayi udah tersedia, jadi suami ga mesti mondar mandir cari perlengkapan yang kurang. Insyallah aku kepengen banget berusaha dulu melahirkan normal supaya ga terlalu lama di rumah sakit dan cepet proses pemulihanya. Tapi untuk jaga2 aja ada kemungkinan lahir caesar jadilah hospital bag ini dipersiapkan juga untuk proses kelahiran caesar, di mana ibu dan bayi bisa menginap 3-4 hari di rumah sakit.



Well sebenernya di infographic ini udah keliatan lah ya list lengkap untuk hospital bag secara umum, mulai dari perlengkapan bayi, ibu dan ayahnya. Nah berikut list perlengkapan aku pribadi yang udah aku sesuain sama kebutuhan aku. (Beberapa akan aku jelasin alasan kenapa aku masukin di hospital bag. Dan nanti setelah melahirkan akan aku update lagi barang apa aja yang ternyata kepake dan mana aja yang engga ya).

Perlengkapan bayi
  1. Baju untuk di rumah sakit (Kadang ada rumah sakit yang menyediakan baju bayi selama di rumah sakit, tapi ada juga yang tidak menyediakan. Sebaiknya ditanya dulu ke perawat setelah menentukan mau lahiran di mana)
  2. Sarung tangan & kaki dan topi bayi. 
  3. Bedong bayi 
  4. Selimut untuk pulang
  5. Baju untuk pulang (bisa jumper atau baju biasa aja. Bebas)
  6. Gendongan untuk pulang
  7. Popok sekali pakai ukuran newborn
  8. Peralatan mandi bayi (buat jaga2 aja)
  9. Cup feeder (just in case asi aku ga keluar nanti setelah bayi nya lahir lebih dari 2-3 hari, aku izinkan bayiku dikasih sufor asal tidak menggunakan dot supaya tidak bingung puting)
  10. Susu formula untuk newborn (aku bawa buat jaga2 kalo asiku ga keluar lebih dari 3 hari dan sengaja aku beli sufor yang di rekomendasikan kebanyakan ibu2 di forum female daily. Katanya formula susu enfamil mirip banget seperti asi ibu)

Perlengkapan ibu
  1. Dokumen penting: Kartu pasien, kartu asuransi, KTP dll
  2. Piyama / daster kancing depan
  3. Bra menyusui
  4. Celana hamil
  5. Popok dewasa / pembalut nifas
  6. Sarung / jarit
  7. Skin care + make up
  8. Sendal
  9. Baju untuk pulang
  10. ASI Booster
  11. Stagen (pengganti gurita ibu)
  12. Gym ball (alat perang ibu :P)
  13. Speaker portable (alat perang ibu :P) 


Perlengkapan Ayah
  1. Kamera + charger (buat yang ingin persalinannya di dokumentasikan)
  2. Charger handphone (jangan sampe ketinggalan, ini penting buat ngabarin keluarga)
  3. Baju ganti 
  4. Sandal
  5. Uang cash untuk membeli makanan dll.
Kalo untuk suami mah simple aja ya, yang penting adalah baju ganti, charger dan uang cash. hhehhe. O ya, kalo bisa sih hospital bag udah siap dari usia kandungan 37 weeks, karena biasanya beberapa ibu sudah melahirkan di usia kandungan tersebut. Kalo aku dari usia kandungan 7 bulan udah mulai nyicil belanja perlengkapan bayi yang mau dimasukkin ke hospital bag, baru sisanya kayak bed set, perlak, dot dan lain lainnya menyusul di usia kandungan 8 bulan (nanti ya aku bikinin postingan khusus yang ngebahas belanja untuk newborn).

Silahkan download ebook persiapan melahirkan dan birth plan nya ya di bawah ini:

New Phase of My Life


Hi blog,

Semoga kamu belum bosan ngadepin pemilik yang super moody dan ga bertanggung jawab pergi begitu aja tanpa meninggalkan tulisan2 lagi ya. Hhehhe

Well, setelah sekian lama absen akhirnya kuputuskan untuk kembali menulis blog. Tapi kali ini konten blog nya akan sangat berbeda dari tema sebelumnya yaitu desain dan branding. (Tema yang ditulis waktu jaman kuliah, jaman lagi demen banget belajar desain grafis dan hubungannnya dengan branding dan visual marketing).

Jadi apa tema konten blog iena yang sekarang? Kok ga konsisten sih? Why??

Ternyata banyak banget hal yang terjadi di hidup aku hanya dalam waktu kurang lebih 3 tahun. Lulus kuliah, magang, kerja full time, menikah dan akhirnya sekarang lagi menghitung minggu untuk menjadi seorang ibu. Yapp belum genap pernikahan 1 tahun alhamdulillah bentar lagi punya anak :")

Detik-detik menuju kelahiran ini sejujurnya ku nervous bangeeeet. Hhhuhu mohon doanya ya teman teman 🙏🏼

Perjalanan hidup yang kayak nya cepet banget ini ternyata bikin aku banyak belajar dan ga jarang bikin kesalahan. Akhirnya mau ga mau aku membaca beberapa artikel, literatur dan nyari temen seperjuangan untuk diskusi. Jadi rasanya sayang aja kalo ga di share lewat tulisan di blog. Siapa tau apa yang aku tulis bisa bermanfaat. Jadi kedepannya akan ada tulisan tentang motherhood, lifestyle, tips, review dll

Selain itu ngblog lagi setelah jadi emak2 seneng deh, ternyata banyak emak2 seperjuangan di luar sana yang mengalami hal yang Sama dengan apa yg lagi aku hadapi. Jadi banyak dapet inspirasi dan punya semangat baru, hhehhe :)

Sipp, kalo gitu sampai bertemu di postingan selanjutnya yaa !
SLS BLOG BY IENA